JAKARTA, KORIDOR.ONLINE — Realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus dikebut. Hingga 28 September 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat 160.070 unit rumah subsidi telah tersalurkan dengan nilai kredit mencapai Rp19,98 triliun.
Capaian tersebut baru mencapai 45,73% dari target penyaluran FLPP tahun ini sebanyak 350.000 unit. Artinya, masih terdapat sekitar 189.930 unit yang harus dikejar hingga akhir 2026.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan percepatan penyaluran akan difokuskan pada potensi permintaan yang saat ini sudah berada dalam berbagai tahapan proses perbankan.
“Realisasi untuk KPR subsidi dari 1 Januari sampai dengan 28 September 2026 ini sudah di angka 160.070 unit atau 45,73% dari target 350.000 unit,” kata Heru dalam rapat evaluasi kinerja KPR FLPP 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Kejar 48.679 Unit dalam Sebulan
Dari sisi permintaan, BP Tapera menemukan potensi yang cukup besar untuk segera dikonversi menjadi realisasi. Sebanyak 14.998 unit telah diproses perbankan dan lolos subsidi checking.
Selanjutnya, 5.922 unit tengah menjalani analisis kredit, 2.783 unit telah memperoleh Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), 19.764 unit berada dalam proses trilogi, serta 5.212 unit sudah memasuki tahap akad kredit.
Jika seluruh tahapan tersebut dapat dipercepat, terdapat potensi tambahan sebanyak 48.679 unit.
Heru mengatakan BP Tapera bersama perbankan akan mendorong seluruh potensi tersebut agar dapat direalisasikan dalam waktu sekitar satu bulan.
“Potensi dari sisi permintaan ini ada 48.679 unit. Kita kerjakan bersama bagaimana supaya diakselerasi dalam kurun waktu satu bulan ke depan sudah ada tambahan realisasi 48.679 unit ini,” ujarnya.
Dengan tambahan tersebut, realisasi FLPP diproyeksikan dapat meningkat hingga sekitar 59,64% dari target 350.000 unit.
Stok Rumah Subsidi Jadi Kunci
Selain permintaan, BP Tapera juga memetakan sisi pasokan untuk memastikan rumah yang tersedia dapat segera dipertemukan dengan calon penerima KPR subsidi.
Hasil cleansing data menunjukkan terdapat 2.135 unit rumah tapak subsidi yang masih dalam proses pembangunan. Selain itu, terdapat 24.001 unit rumah tapak yang sudah berstatus ready stock.
Untuk hunian vertikal, tercatat 2.029 unit rumah susun berstatus ready stock.
Secara keseluruhan, terdapat potensi pasokan yang dapat dipertemukan dengan permintaan sebanyak sekitar 28.165 unit.
“Ini juga bisa didorong supaya sisi suplai itu bisa naik ke atas. Itu akan menambah potensi di sisi demand,” kata Heru.
Rusun Mulai Masuk Perhitungan FLPP
Menariknya, penyaluran FLPP tahun ini tidak lagi hanya bertumpu pada rumah tapak. BP Tapera mulai memperluas pembiayaan untuk rumah susun setelah adanya regulasi yang memungkinkan skema subsidi tersebut diterapkan lebih masif.
Dari total 160.070 unit yang telah terealisasi hingga 28 September 2026, sebanyak 160.053 unit merupakan rumah tapak dan 17 unit merupakan rumah susun.
Meski porsinya masih kecil, masuknya rusun dalam skema FLPP membuka tambahan ruang bagi pemerintah untuk memperluas pilihan hunian subsidi, terutama di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Masih Ada 189.930 Unit yang Harus Dikejar
Di sisi lain, capaian FLPP hingga 28 September 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi 2026 tercatat turun 12,56% secara year to date dibandingkan 183.058 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan target 350.000 unit, BP Tapera masih harus mengejar sekitar 189.930 unit pada sisa waktu 2026.
Karena itu, strategi percepatan tidak hanya mengandalkan pembangunan rumah baru. Pemerintah dan perbankan perlu mengonversi stok ready stock, mempercepat proses kredit yang sudah berjalan, serta mempertemukan pasokan dengan calon debitur yang telah lolos berbagai tahapan.
Potensi 48.679 unit dari sisi permintaan dan sekitar 28.165 unit dari sisi pasokan menjadi salah satu ruang yang kini dibidik BP Tapera untuk mempercepat laju penyaluran FLPP sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.
